Berita pemberontak Suriah yang didukung Turki diduga laksanakan kejahatan perang atas milisi Kurdi, bersama rekaman kebrutalan mereka beredar. PBB udah memperingatkan bahwa Ankara bakal bertanggung jawab atas apa yang diperbuat sekutu mereka, yang direspons bersama janji untuk mengusut. Dalam rekaman yang diduga disita dari ponsel, muncul seorang anggota pemberontak yang berjenggot berteriak mengucapkan takbir.

Kami adalah pejuang dari Batalyon Faylaq Al-Majd (Korps Kemuliaan),” ujar si pria bersama latar belakang mayat dari milisi Kurdi. Dalam rekaman mengerikan itu, group yang disokong Turki itu menginjak seorang jenazah perempuan, bersama ada yang menyebutkan dia sebagai “PSK. Diketahui, pria itu adalah anggota dari Tentara Nasional Suriah (SNA), dilatih dan dipersenjatai, serta berada dalam komando Turki langsung. Dilansir BBC Sabtu (2/11/2019), video itu direkam pada 21 Oktober di utara Suriah, bersama mayat perempuan yang dia injak adalah Amara Renas. Dia merupakan Unit Perlindungan Perempuan Kurdi (YPJ), milisi yang berikan pengaruh pada kekalahan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Pada 9 Oktober, Presiden Recep Tayyip Erdogan menginformasikan Operation Peace Spring bersama klaim menciptakan “zona aman” bagi pengungsi.

Beberapa hari setelah serangan, sejumlah video menyebar bersama tidak benar satu pemberontak berteriak Kami datang untuk memenggal kalian orang kafir dan murtad.

Dalam rekaman lainnya, seorang perempuan dikelilingi oleh milisi lainnya. “Cepat, bawa dia untuk dipenggal,” terang pria itu. Wanita yang ditangkap itu merupakan Cicek Kobane yang termasuk anggota YPJ. Rekaman tersebut memetik kemarahan setelah beredar. Beberapa hari pasca-muncul, stasiun televisi Turki menayangkan bahwa Cicek Kobane sedang mendapat perawatan di tempat tinggal sakit lokal. Utusan Khusus AS untuk Suriah James Jeffrey kepada KOngres menyatakan, sebagian tayangan menyatakan dugaan kejahatan perang. “Banyak orang melarikan diri gara-gara mereka begitu risau bersama tingkah laku yang bakal dijalankan pasukan pemberontak Suriah yang disokong Turki,” kata Jeffrey.

Mantan Utusan AS untuk Koalisi Melawan ISIS Brett McGurk kepada CNN Oktober selanjutnya berujar, dia mengelola kampanye melawan ekstremis itu. “Sebanyak 40.000 kombatan dari 110 negara. Semuanya datang ke Suriah di mana mereka melalui Turki,” sindir McGurk dalam wawancara. Dia mengungkapkan udah coba membujuk Turki untuk menutup perbatasan mereka manfaat memblokir ISIS. Tetapi Ankara menolak. “Tetapi cuma dalam saat semenit ketika Kurdi terasa berpartisipasi dalam koalisi, mereka bersama sigap menutup perbatasan mereka,” kecamnya. Pejabat Washington menuturkan, mereka bakal menghendaki penjelasan dari pemerintahan Erdogan berkaitan dugaan kejahatan perang dari proksi mereka. Ankara lewat juru berbicara pemerintahan Ibrahim Kalin merespons dengab menjanjikan pihaknya bakal segera laksanakan pengusutan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *