Live Draw HK Result HK Unogoal IDN Poker

Banjir serta Longsor Landa Banyumas di Tengah pandemi Corona

Banjir serta Longsor Landa Banyumas di Tengah pandemi Corona, Di waktu pandemi Corona menyebar, Indonesia tidak lepas ditimpa musibah alam. Beberapa musibah alam seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, serta gunung meletus berlangsung malah di waktu pandemi Corona menebar. Banjir serta Longsor Landa Banyumas di Tengah pandemi Corona, Salah satunya musibah itu dirasakan masyarakat Kecamatan Gumelar serta Kecamatan Lumbir, Banyumas.

Dikutip dari Di antara, Kepala Eksekutor BPBD Kabupaten Banyumas Titik Puji Astuti memberikan laporan tanah longsor serta banjir menempa beberapa daerah di Kabupaten Banyumas karena hujan lebat yang berlangsung pada Sabtu (4/4) siang sampai malam hari.

“Berdasar pencatatan sesaat yang kami kerjakan, musibah itu berlangsung di tujuh desa dari dua kecamatan, yakni Gumelar serta Lumbir,” kata Titik diambil dari Di antara.

Atas kejadian itu, akses jalan jadi tertutup serta banyak rumah yang rusak karena terjangan longsor. Berikut sedetailnya.

Berlangsung di Dua Kecamatan

Kejadian banjir serta tanah longsor yang berlangsung di Banyumas menempa dua kecamatan disana, yakni Kecamatan Gumelar serta Kecamatan Lumbir. Di Kecamatan Gumelar, berlangsung kejadian longsor yang menerpa empat rumah, disamping itu beberapa rumah yang lain terancam. Sesaat di Desa Cingebul Kecamatan Lumbir, disampaikan longsor mengakibatkan satu jembatan putus.

“Berdasar pencatatan sesaat yang kami kerjakan, musibah itu berlangsung di tujuh desa dari dua kecamatan, yaitu Gumelar serta Lumbir. Di Desa Cingebul, Lumbir, disampaikan ada jembatan yang putus,” tutur Titik dikutip Di antara.

Menghancurkan Beberapa Bangunan

Dikutip dari Di antara, hujan lebat yang berlangsung di daerah Kecamatan Gumelar mengakibatkan berlangsungnya tanah longsor di daerah itu. Berdasar info Titik, longsor yang berlangsung tentang dua rumah masyarakat di Desa Samudra Kulon serta Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar. Disamping itu, longsor tutup akses jalan di Kecamatan Gumelar pada lokasi-lokasi.

Disamping itu di Desa Cilangkap, tanah longsor mengakibatkan dinding rumah masyarakat bobol. Tidak cuma longsor, pohon roboh menerpa rumah masyarakat di Desa Gancang serta Desa Kedungurang.

Banjir Bandang

Kecuali longsor serta pohon roboh, banjir bandang disampaikan berlangsung di Kecamatan Gumelar. Berdasar info Titik, banjir bandang berlangsung karena luapan Sungai Cipandan yang menerjang Kampung Grumbul, Padawaras, serta Capiturang di Desa Gumelar. Banyak wilayah di Desa Cihonje, Gumelar digenangi banjir mengakibatkan meluapnya Sungai Tajur.

“Atas kejadian itu, satu tembok keliling rumah masyarakat serta warung sayur nonpermanen rusak karena terjangan banjir itu. Tetapi saat ini banjir bandang di Desa Gumelar sudah surut,” tutur Titik dikutip Di antara.

Masyarakat Pindah Takut Longsor Susulan

Kecuali daerah Gumelar serta Lumbir yang ada di Kabupaten Banyumas, longsor serta banjir berlangsung di Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap yang daerahnya bersebelahan langsung dengan Kabupaten Banyumas. Menurut Camat Karangpucung Martono, hujan deras yang berlangsung Sabtu (4/4) siang sampai malam hari mengakibatkan dasar jembatan di Desa Bengbulan roboh, disamping itu satu sawah seluas 1 hektar terancam juga tidak berhasil panen karena tanggul bobol.

“Disamping itu, masyarakat yang tinggal disana sangat terpaksa pindah. Ada 14 kepala keluarga serta 60 jiwa disana. Mereka pindah untuk hindari longsor susulan yang bisa memberikan ancaman keselamatan jiwa mereka,” tutur Martono dikutip Di antara.

 

Riset Baru: Anak-Anak Dapat Tularkan Virus Corona Seperti Orang Dewasa

Riset Baru: Anak-Anak Dapat Tularkan Virus Corona Seperti Orang Dewasa, Beberapa anak yang terular virus corona dalam tempat penitipan dapat menyebarkannya ke keluarganya, menurut satu laporan baru yang menggarisbawahi jika beberapa anak dapat bawa virus itu ke rumah serta mengontaminasi lainnya.

Beberapa periset sudah mengetahui beberapa anak dapat menebarkan virus. Riset Baru: Anak-Anak Dapat Tularkan Virus Corona Seperti Orang Dewasa Tetapi riset yang diedarkan pada Jumat oleh Pusat Penjagaan serta Pengaturan Penyakit (CDC) “dengan cara definitif memperlihatkan – seperti riset awalnya sudah dilaksanakan – kekuatan penyebaran ke bagian keluarga,” kata William Hanage, seorang periset penyakit menyebar Kampus Harvard, diambil dari Alarabiya, Sabtu (12/9).

Penemuan ini bukanlah bermakna sekolah serta tempat untuk menitipkan anak ditutup, tetapi penemuan ini memverifikasi virus dapat menebar di beberapa tempat itu serta dapat dibawa pulang oleh beberapa anak. Jadi, masker, disinfeksi, serta menjaga jarak dibutuhkan.

Beberapa pakar menjelaskan, orang yang kerja di sarana-fasilitas itu harus bertambah waspada serta diuji bila mereka cemas sudah terkena.

Riset awalnya dari Amerika Serikat, Kanada, serta Eropa mendapatkan beberapa anak kemungkinan kecil terkena virus dibanding orang dewasa serta kemungkinan kecil alami sakit kronis waktu mereka terkena.

Ada pula data yang memprediksi beberapa anak kecil tidak menebarkan virus seringkali dibanding orang dewasa, meskipun beberapa anak yang umurnya bertambah tua dipercaya dapat menebarkan virus dengan gampang seperti orang dewasa.

Dalam riset baru ini, beberapa periset dari Utah serta CDC konsentrasi pada tiga epidemi di beberapa sarana perawatan anak di Salt Lake City di antara April serta Juli. Dua ialah sarana program perawatan anak untuk balita, serta sarana yang lain ialah tempat untuk menitipkan anak umur di atas lima tahun. Umur rerata anak di tiga sarana itu yakni tujuh tahun.

Di dua sarana itu, beberapa penyelidik bisa pastikan jika pekerja dewasa yang terkena tanpa ada sadar menyebarkan virus.

Riset mengaitkan, 12 anak terjangkiti virus corona di sarana itu, serta menebarkannya ke minimal 12 dari 46 orangtua atau saudara kandung mereka waktu mereka berhubungan di dalam rumah semasing. Tiga dari anak yang terkena tidak alami tanda-tanda, serta satu diantara mereka menyebari orang tuanya yang selanjutnya dibawa ke rumah sakit sebab Covid-19, jelas beberapa periset.

Tingkat penebaran semacam itu – seputar 25 % – sama dengan riset penebaran di dalam rumah tangga yang menyertakan beberapa anak serta orang dewasa. Ini memperlihatkan jika beberapa anak tanpa ada tanda-tanda, atau tanda-tanda yang benar-benar mudah, bisa menebarkan infeksi, seperti orang dewasa.

Hanage mengingatkan, tidak jelas apa penemuan di ke-3 program itu bisa diaplikasikan dengan cara luas. Disamping itu, riset itu tidak menyertakan analisa genetik dari tiap infeksi yang kemungkinan bisa memberi deskripsi yang bertambah jelas mengenai bagaimana penyakit menebar.

Tapi banyak anak yang terkena alami penyakit mudah serta tes pada beberapa anak benar-benar terbatas, jadi peluang lebih dari 25 % contact luar terkena.

Pandemi dapat bertambah lebih jelek serta lebih susah pada musim luruh ini, kata Dr. David Kimberlin, ahli penyakit menyebar anak di Kampus Alabama di Birmingham.

“Ini harus menyadarkan kita jika kita harus rajin serta lakukan apa sebagai pekerjaan kita,” pesannya.

Indonesia Mengalami Bencana Alam Sebanyak 1.861 Hingga 22 Agustus 2020

Citvgames – Sejak januari hingga 22 Agustus 2020, Bada Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB )mencatat, telah terjadi 1.861 bencana yang di alami oleh Indonesia.

Mulai dari Banjir, Puting Beliung, dan Tanah Longsor, merupakan bencana alam yang sangat mendominasi terjadi di Indonesia. Definisi bencana alam dalam pasal 1 Undang undag tentang penanggulangan Bencana tersebut dan Berbunyi sebagai berikut :
Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan menggangu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Bencana banjir sudah terjadi sebanyak 722 kali, angin puting beliung sebanyak 506 kali, dan tanah longsor sebanyak 363 kali. Tidak hanya itu, ditengah musim kemarau, bencana kebakaran hutan dan kekeringan di Indonesia kerap terjadi sebanyak 229 kali. Gempa bumi dan erupsi gunung api kerap terjadi sebanyak 16 kali.

Dampak dari bencana tersebut menyebabkan 3.816.000 orang harus mengungsi, 411 orang luka-luka, 265 orang meninggal, dan 25 lainnya hilang.  Dari bencana tersebut, terdapat total 29.759 rumah mengalami kerusakan, dimana sebanyak 6.364 rumah rusak berat, 4.442 rumah rusak sedang, dan 18.853 rumah rusak ringan.

Fasilitas umum pun turut rusak. Data mencatat, sebanyak 1.314 bangunan rusak. Bangunan tersebut 533 fasilitas pendidikan, 637 fasilitas ibadah, dan 124 fasilitas kesehatan rusak. Tidak hanya itu, 126 kantor dan 329 jembatan juga turut mengalami kerusakan pada periode ini. Tidak hanya itu Indonesia mengalami bencana alam,dan juga bencana non alam yaitu Covid-19. Dimana bencana non alam ini per 22 Agustus 2020 telah menginfeksi 151.498 orang, dan menyebabkan 6.594 orang meninggal dunia.

Viral Ikan Mas 15 Kg di Tangkap di Danau Toba

Citvgames – Hari senin kemarin ada Video dimana Ikan Mas berukuran Jumbo ditangkap Danau Toba, Sumatera Utara viral. Ikan Mas yang ditangkap itu berbobot 15 Kg.

Senin 10/8/2020, Video itu diupload dalam salah akun Youtube. Dalam video itu terlihat ada seorang pria yang memancing di pinggiran Danau Toba. Dia terlihat sedang mendapatkan Ikan. Saat di tarik, ikan tersebut rupanya ikan mas jumbo. Dalam Keterangan pada akun itu, Video itu diambil di pemancingan alam Danau Toba di Silalahi, Dairi, Sumut, Jumat (7/8). Ikan mas jumbo itu disebut berbobot 15 Kg dan butuh 1 jam untuk menariknya ke atas air.

“Memang, kalau di dalam salah satu mitologi, terjadinya Danau toba itu kan soal seorang laki laki yang menangkap ikan di sungai tapi ikan itu jelmaan ikan mas,” kata Erond, Rabu (12/8/2020).

Dalam Cerita Rakyar itu, kata Erond, ikan mas yang ditangkap berbicara saat hendak dipotong. Ikan mas itu disebut mengaku jelmaan putri yang siap di nikah jika tidak di potong. ” Tiba tiba, sewaktu dia mau potong , ikan itu tiba-tiba ngomong, aku jelmaan seorang putri. Kalau kamu simpan aku diruangan yang tidak kamu lihat, dalam tiga hari aku akan menjadi perempuan yang bisa kamu jadikan Istri,” kata Erond.

Erond menyebut, dalam cerita itu, ikan tersebut berubah menjadi seorang wanita dan menikah dengan pria tersebut. Namun si pria dilarang menyebut dia merupakan jelmaan ikan.

Seiring berjalannya waktu, kedua nya disebut punya anak. Nah, saat melihat kelakuan anaknya, si pria ini mengumpat dengan menyebut si anak merupakan keturunan ikan.

” Si anak kemudian melapor sama ibunya ‘ betulkah aku anak ikan?’ ‘ Siapa yang bilang ?’ ‘ Ayahku’. Kemudian marahlah si ibu ini, pergi dia ke puncak yang paling tinggi di sekitar Samosir dan dia berdoa kepada dewa. Turunlah hujan selama satu mingg dan lama-kelamaan terjadilah danau toba itu,”ucapnya. Erond menegaskan cerita tersebut merupakan hanya mitos belaka atau cerita rakyat yang disampaikan secara turun-termurun. Dia menegaskan tak ada hubungan ikan mas dengan erupsi Gunung Sinabung ataupun bencana yang terjadi akhir akhir ini.

“Nggak ada hubungan juga antara mitos seperti itu dengan natural error seperti Sinabung. Itu kan kebetulan saja antara itu dua hal yang berbeda,” jelasnya.

“Nggak ada ( kaitannya). Erupsi itu terjadi karena tekanan magma yang di gunung api,” ucap Armen.

Isu penangkapan ikan mas berukuran besar di Danau Toba itu juga pernah dikait-kaitkan dengan tenggelamnya KM Sinar Bangun pada 2018. isunya viral di media sosial ( medsos). Polisi pun menepis isu tersebut dan meminta masyarakat tak mengait-ngaitkan tragedi ini dengan hal hal ini.

Data Covid-19 di Sumut, Pasien Positif Bertambah 19, Total Terinfeksi Corona 3.390

Citvgames – Angka Pasien yang terkonfirmasi positif mengidap coronavirus disease 2019 ( Covid – 19 ) di Sumut kembali bertambah.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan ( GTPP ) Covid – 19 Sumatera Utara, Mayor kes dr Whiko Irwan menginformasikan ada 19 pasien baru yang dinyatakan positif covid pada hari ini, Minggu 26/7/2020 sore.

Sehari sebelumnya tercatat ada 51 orang pasien yang terkonfirmasi positif. Dengan penambahan itu, maka total pasien terkonfirmasi positif terjangkit covid-19 Sumatera Utara, hari ini, jumlah kasus konfirmasi sebanyak 3.390 atau bertambah 19 dari hari kemarin 3.371 orang,” ujarnya.

Selain jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19, dr Whiko juga menginformasikan ada penambahan lagi pasien sembuh sebanyak 20 orang. Jumlah pasien sembuh tersebut lebih banyak jika dibandingkan kasus baru ini.

“Pasien sembuh tambah 20 jadi total 917 orang, korban meninggal bertambah jadi 180 orang, dan pasien suspek sebanyak 378 orang,” sebutnya.

Dr Whiko mengatakan hingga saat ini Virus Corona Penyebab covid-19 masih belum hilang. Disumut juga masih terus terjadi penularan.

Karenanya, GTPP Covid Sumut terus mengimbau warga agar semakin disiplin  menjalankan protokol kesehatan. Langkah ini perlu tetap dilakukan hingga benar – benar tersedia antivirus atau vaksin untuk penyembuhan mencegah penularan.

” Cakupan pemeriksaan semakin luas dan tinggi. Sehingga banyak penderita baru yang terdeteksi, selain juga masih terjadi penularan di tengah masyarakat,” kata Whiko. Pemerintah mengumumkan informasi terbaru mengenai jumlah kasus dan data pasien Covid-19 pada Minggu 26/7/2020 sore.

Berdasarkan informasi yang dirilis Satuan Tugas Covid-19 melalui situs Covid19.go.id, diketahui penularan virus corona masih terjadi. Sehingga, kasus Covid-19 terus bertambah dan jumlahnya semakin mendekati 100.000 kasus.

Hingga Minggu siang ini pukul 12.00 Wib, diketahui  ada 1.492 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Dengan demikian, total ada 98.778 kasus Covid-19 di Indonesia, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020. Adapun, 1.492 kasus baru itu didapatkan setelah pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap 20.492 spesimen dari 7.692 orang dalam sehari.

Total, pemerintah sudah melakukan pemeriksaan 1.381.699 spesimen dari 796.950 orang yang diambil sampelnya.

Sebagai catatan,sampel milik satu orang bisa melakukan pemeriksaan spesimen lebih dari satu kali.

Dalam data yang sama, diketahui juga ada penambahan 1.301 pasien Covid-19 yang sembuh. Mereka di nyatakan sembuh setelah dua kali pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction memperlihatkan hasil negatif virus corona. Sehingga, total dada 56.655 pasien yang dianggap sembuh dari Covid-19 dan tidak lagi terinfeksi Virus Corona.

Akan tetapi, pemerintah juga masih mengabarkan duka dengan adanya penambahan pasien Covid – 19 yang meninggal dunia. Ada penambahan 67 pasien Covid – 19 yang tutup usia dalam periode 25 – 26 Juli 2020. Dengan demikian, total pasien Covid-19 yang meninggal ada 4.781 orang. Selain itu, pemerintah juga mengabarkan bahwa saat ini masih ada 37.342 pasien Covid-19 yang masih dalam perawatan. Kemudian, ada 55.647 orang yang berstatus suspek terkair Covid-19.

Pemerintah telah memastikan bahwa kasus covid-19 sudah tercatat di 34 provinsi atau semua provinsi di Tanah air. Secara khusus, ada 471 kabupaten/kota dari 34 provinsi terdampak penularan Virus Corona.

Terkait sebaran kasus baru, tercatat ada sejumlah provinsi yang mencatat penambahan pasien dalam jumlah tinggi. DKI Jakarta kembali mencatatkan jumlah terbanyak. Berikut daftar lima provinsi dengan penambahan kasus Covid – 19 terbanyak pada 25 – 26 Juli 2020 :
1. DKI JAKARTA : 384 Kasus baru
2. Jawa Timur : 283 Kasus baru
3. Sulawesi Selatan : 133 Kasus baru
4. Kalimantan Selatan : 116 Kasus baru
5. Jawa Tengah : 76 Kasus baru

Korban Banjir Luwu Utara Kebanyakan Tidak Menggunakan Masker

Citvgames – Poso , kementerian kesehatan selalu mengingatkan, walau dalam keadaan yang di akibatkan banjir bandang, penerapan kesehatan di lokasi pengungsian di Luwu Utara, Sulawesi Selatan wajib di laksanakan untuk mencegah penularan Virus Corona.

Penerapan ini untuk mencegah wabah COVID-19 di lokasi pengungsian warga yang karena Banjir, untuk menjadi perhatian berbagai pihak di Luwu Utara, Sulawesi  Selatan.

 Budi Siylavana, Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Kementerian Kesehatan mengatakan, Pemerintah pusat pada Minggu, 19 Juli 2020 sudah mengirimkan 200 ribu Masker kain ke Luwu Utara termasuk juga alat untuk rapid Test.
“Protokol kesehatan meskipun tidak mudah untuk dilakukan di areal pengungsian, namun ini terpaksa karena menjadi perhatian dari semua pihak. Tidak hanya bagi media Kesehatan namun semua pihak agar adanya pencegahan tidak terjadi bencana yang lebih parah lagi, untuk itu para protokol kesehatan harus tetap di lakukan oleh semua pihak yang berada di Luwu Utara,” kata Budi Siylvana dalam konferensi pers secara virtual, Minggu kemaren 19 Juli 2020.

Budi Siylvana mengungkapkan sejumlah langkah untuk pelayanan kesehatan di antaranya dengan membuka pos pelayanan kesehatan diantaranya dengan membuka beberapa pos pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian serta pembagian masker kepada pengungsi ataupun korban. Pengiriman 200 ribu masker diharapkan dapat membantu dan juga menjawab permasalahan ketersediaan masker di wilayah itu.

” Sudah cukup banyak saat ini tenaga kesehatan yang datang le Luwu Utara dan ini harus menjadi perhatian bersama kita semua, Untuk itu kami dari kementrian Kesehatan, BNPB juga akan mengirim Rapid test dalam jumlah yang cukup ke kabupaten Luwu Utara,” tambahnya.

Ia menjelaskan, para tenaga bantuan kesehatan yang datang ke Luwu Utara wajib menunjukkan surat bebas Covid-19, bila tidak memilikinya diharuskan menjalani pemeriksaan rapid test di Pos Kesehatan.

Zwain Leibe dari Tim SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia Di Luwu Utara, dihubungi Minggu malam, menjelaskan hanya sebagian kecil warga di tenda – tenda darurat memiliki masker kain untuk pencegahan penularan virus COVID 19. Tenda ini berukuran lima kali tujuh meter yang terbuat dari terpal plastik itu rata – rata dihuni 3 hingga 5 keluarga.

” Yang memakai masker itu hanya para patner tenaga medis saja, kalau warga sangat minim sekali. Hampir tidak ada warga yang di pengungsian itu yang menggunakan masker. Selain mungkin kondisinya yang tidak menganggap penting lagi persoalan Covid itu karena kondisi – kondisi yang ada di sekitar nya, mungkin karena pemerintah tidak menyiapkan sarana itu,” jelas Zwaib Leibe.

Ia mengungkapkan, selain kesulitan mendapatkan masker, para pengungsian juga sulit mendapatkan pakaian layak, makanan dan juga airbersih. Zwaib mengungkapkan , pihaknya sedang mengupayakan penyediaan masker bagi para pengungsian termasuk bagi pihak para relawan dengan menggalang donasi dalam bentuk masker yang akan di kirim ke Luwu Utara.

Data Pusat Pengedali Operasi ( Pusdalops ) BPNB per 17 Juli 2020 menyebutkan banjir di bandang Luwu Utara menyebabkan 36 meninggal dunia, 40 hilang dan 58 terluka. Dan sejauh ini juga ada 76 lokasi pegungsian yang menampung 3.628 keluarga atau 14.483 jiwa.  Dari jumlah itu terdapat 2.530 Lansia, 870 Balita , dan 137 ibu hamil.

Pemerintah kabupaten Luwu Utara sudah menetapkan status tanggap darurat selama 30 hari terhitung sejak 14 Juli hingga bulan  Agustus tanggal 12 2020.

BNPB Catat 1.453 Bencana Mulai Dari Awal Tahun

Jakarta – ada 1.453 kasus yang terjadi di Indonesia dari awal tahun 2020 sampai saat ini. Jumlah itu sudah tercangkup bencana dari alam dan juga non alam seperti Pandemi Covid – 19.

Kepala pencatat Pusat data, Informasi, dan komunikasi kebencanaan BNPB Raditya Jati menuturkan, bencana alam yang paling sering terjadi adalah Banjir.

” Kejadian bencana alam mendominasi itu seperti Banjir, kemudian diikuti berturut  – turut puting beliung dan juga tanah longsor,” Kata Raditya melalui keterangan tertulis, Selasa ( 9/6/2020 ).

BNPB mendapatkan data sekitar 573 musibah selama tahun 2020. Kemudian, 408 kejadian itu adalah puting beliung, 313 kejadian tanah longsor, 127 kebakaran hutan dan beberapa lahan.

Bencana lainnya terdiri dari pasang dan abrasi ( 21 Kejadian ), gempa bumi ( 7 kejadian ), erupsi gunung api ( 3 kejadian ), serta kekeringan ( 1 kejadian ).

Dari bencana alam tersebut mengakibatkan sebanyak 2.1 juta orang pindah dan mengungsi.

” Bencana alam menimbulkan terdampak dan mengungsi 2.179.163 jiwa, sedangkan sebanyak 198 jiwa meninggal dan hilang, serta luka luka 266 Jiwa,” tuturnya.

Sedangkan kerusakan yang di timbulkan dari bencana alam antara lain, 18.825 rumah yang rusak, 803 Fasilitas rusak, 60 kantor hancur, dan juga 195 Jembatan rusak.

Terakhir, pandemi corona ini juga berdampak pada masyarakat.

Data BNPN menunjukkan, hingga hari ini, terdapat 33.076 kasus positif Covid -19 di Tanah Air. Dari total keseluruhan kasus, 11.414 pasien telah dinyatakan sembuh dan 1.923 orang meninggal.

Hati-hati, Virus Baru Flu Babi dari China dan Bisa Tulari Manusia

Pandemi virus Corona Covid-19 belum juga sirna, peneliti menemukan adanya jenis flu baru berasal dari babi yang diidentifikasi berada di China dan berpotensi menjadi pandemi.

Sebagaimana dilansir United Daily News (30/6), BBC melaporkan bahwa para ilmuwan mengatakan, jenis flu baru yang dibawa oleh babi baru-baru ini muncul di Cina, yang dapat menginfeksi manusia.

Para peneliti menyebutnya virus “G4 EA H1N1”, mirip dengan flu babi yang ditemukan di Meksiko pada 2009. Akan tetapi, pada waktu itu tingkat fatalitas flu babi tidak seserius yang dikhawatirkan semula.

Saat ini sudah ada beberapa kasus penularan dari babi ke manusia, dan dikhawatifkan jika virus ini dapat bermutasi, kemungkinan bisa menyebabkan penularan dari manusia ke manusia dalam skala besar dan kemudian berjangkit pandemi global.

Sampai sekarang, “G4 EA H1N1” tidak menimbulkan ancaman besar, akan tetapi seorang profesor di Universitas Nottingham Inggris, Kin-Chow Chang dan beberapa rekannya yang selalu melakukan penelitian mengatakan, ini adalah pertanyaan yang patut diperhatikan.

“Memang benar saat ini kita mpintasih fokus pada virus Corona, tetapi kita tidak boleh mengabaikan potensi ancaman yang ditimbulkan oleh virus baru, “jelas Kin-Chow Chang.

Mengenal Virus Ebola yang Kembali Muncul di Kongo, Bagaimana Penyebarannya?

Saat dunia masih berjuang melawan COVID-19. Namun, wabah akibat virus lain kini mulai mengancam.

Kongo melaporkan kembali diserang wabah Ebola, tepatnya di Kota Mbandaka, Senin (1/6/2020). Peristiwa ini menambah daftar panjang epidemi yang muncul di negara tersebut sejak 44 tahun silam. Penyakit akibat Zaire Ebolavirs ini pertama kali muncul tahun 1976.

“Kami memiliki epidemi Ebola baru di Mbandaka,” kata Menteri Kesehatan Eteni Longondo, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (2/6/2020).

tercatat ada enam kasus positif Ebola di Mbandaka dan empat pasien diantaranya meninggal dunia. Kota Mbandaka berjarak 1.000 km dari ibu kota Kinshasa. Ebola pernah menewaskan lebih dari 2.200 orang di provinsi Kivu Utara di perbatasan Kongo dengan Uganda

Menurut WHO, virus ini menyebabkan pendarahan parah, kegagalan organ, dan dapat menyebabkan kematian. Manusia dapat menyebarkan virus ke manusia lain melalui kontak dengan cairan tubuh seperti darah.

Gejala awal virus Ebola berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, dan menggigil. Kemudian, penderita bisa mengalami perdarahan internal yang mengakibatkan muntah atau batuk darah.

Olimpiade 2020 Tokyo akan Dibatalkan

Pertandingan Olimpiade 2020 akan ditunda satu tahun karena coronavirus. Hal ini dikemukakan oleh Komite Olimpiade Internasional Dick Pound.

Hal ini terjadi setelah ketua Asosiasi Olimpiade Inggris mengatakan Inggris tidak mungkin mengirim tim ke Tokyo musim panas ini.

Australia dan Kanada telah mengatakan mereka tidak akan bersaing di Jepang dan menarik diri dari Olimpiade 2020.

“Berdasarkan informasi yang dimiliki IOC, penundaan telah diputuskan,” kata Pound seperti dikutip Dokter Bola dari USA Today

“Parameter ke depan belum ditentukan, tetapi Olimpiade tidak akan dimulai pada 24 Juli, setahu saya.”

Komite Olimpiade Internasional telah memberikan waktu empat minggu untuk memutuskan nasib Olimpiade musim panas ini, tetapi veteran anggota IOC, Pound, mengatakan keputusan akan segera diumumkan.

“Itu (keputusan) akan datang secara bertahap,” katanya.

“Kami akan menunda ini dan mulai berurusan dengan semua konsekuensi dari memindahkan ini (olimpiade), yang sangat besar.”

Kanada dan Australia telah mengumumkan keputusan mereka untuk mundur dari Olimpiade musim panas ini ketika ketua Asosiasi Olimpiade Inggris, Hugh Robertson, mengatakan dia berharap Inggris akan “bergabung segera”.

“Kami tidak dapat melihat kemungkinan untuk melanjutkan karena semuanya sudah terjadi,” kata Robertson. “Saya berharap kita akan segera mengikuti jejak Kanada dan Australia.”

Pada hari Minggu, ada 5.683 kasus yang dikonfirmasi dari coronavirus di Inggris, dengan 281 kematian.

Pemerintah Inggris telah mendesak masyarakat untuk mengikuti saran tentang social distancing, dengan anggota parlemen memperdebatkan langkah-langkah yang lebih ketat untuk memastikan orang mematuhi.

“Saya pikir ini sangat sederhana. Jika virus terus seperti yang diperkirakan oleh pemerintah, saya tidak berpikir ada cara kita dapat mengirim tim,” kata Robertson kepada Sky Sports News.

“Pertama, saya tidak melihat cara apa pun sehingga atlet dan tim Inggris bisa siap pada saat itu. Fasilitas pelatihan elit sangat dimengerti dan ditutup dengan benar di seluruh negeri, jadi tidak ada cara mereka bisa melakukan persiapan yang mereka butuhkan untuk mempersiapkan diri untuk olimpiade.

“Kedua, ada kesesuaian mengadakan Olimpiade pada saat seperti ini. Kami sebenarnya dalam proses di mana kami berbicara dengan semua cabang olahraga kami. Kami akan menyelesaikan hal ini selama beberapa hari ke depan.”

“Kami telah mengatakan kepada IOC (Komite Olimpiade Internasional) bahwa kami pikir jeda empat minggu untuk mereka merupakan hal tepat untuk dilakukan.”

Pada hari Minggu, Kanada menjadi negara besar pertama yang menarik diri dari Olimpiade dan Paralimpiade musim panas ini.

Komite Olimpiade dan Paralimpiade Kanada mengatakan telah mengambil “keputusan sulit” untuk mundur setelah berkonsultasi dengan para atlet, kelompok olahraga, dan pemerintah.

Hal ini kemudian “mendesak” pada IOC, Komite Paralimpik Internasional dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menunda Olimpiade selama satu tahun.

“Sudah jelas Olimpiade tidak dapat diselenggarakan pada bulan Juli,” kata Chef de Mission Australia Ian Chesterman, Senin.

“Para atlet kami luar biasa dalam sikap positif mereka terhadap pelatihan dan persiapan, tetapi tekanan dan ketidakpastian menjadi tantangan utama bagi mereka.”

IOC mengatakan penundaan itu dalam “perencanaan skenario” -nya. Pembatalan Tokyo 2020, yang akan berlangsung mulai 24 Juli hingga 9 Agustus, “tidak ada dalam agenda”, tetapi Olimpiade yang “diperkecil” juga sedang dipertimbangkan.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan kepada parlemen negaranya pada hari Senin bahwa penundaan akan terhindarkan jika acara tersebut diselenggarakan secara tidak lengkap.

Presiden Atletik Dunia Lord Coe menyerukan agar Olimpiade musim panas ini di Tokyo ditunda.

Dalam sebuah surat kepada presiden IOC Thomas Bach, Coe mengatakan Olimpiade pada Juli 2020 adalah “tidak layak atau tidak diinginkan” karena krisis coronavirus.

Jerman menambahkan bahwa menunda Olimpiade “merupakan tantangan yang sangat kompleks” dan bahwa pembatalan akan “menghancurkan impian Olimpiade dari 11.000 atlet”.

Dalam hal penundaan, Bach memperingatkan: “Sejumlah tempat penting yang diperlukan untuk Olimpiade berpotensi tidak tersedia lagi.”

“Situasi dengan banyaknya kamar dan malam yang sudah dipesan di hotel sangat sulit untuk ditangani, dan kalender olahraga internasional untuk setidaknya 33 olahraga Olimpiade harus disesuaikan. Ini hanya beberapa dari banyak lagi tantangan lainnya.”