Live Draw HK Result HK Unogoal Judi Slot Online Judi Slot
IDN POKER

Pura-pura Jadi Pelanggan Wanita, Pria Ini Perkosa Sales Saat Bertemu

Perkembangan zaman di bidang teknologi memang tak bisa dipungkiri. Kemajuan teknologi yang semakin canggih membuat masyarakat menjadi lebih mudah dan cepat dalam beraktivitas. Banyak perusahaan yang menyediakan jasa pelayanan hanya dengan via online.

Cukup melalui telepon atau pesan singkat, pelanggan bisa menghubungi orang dari perusahaan tertentu yang menyediakan jasa untuk memenuhi kebutuhan. Cukup memberikan alamat, orang yang bersangkutan akan langsung menuju ke tempatmu.

Namun nyatanya, kemudahan ini memiliki sisi negatif pula. Seperti kasus yang dialami oleh seorang sales wanita di Malaysia.

Salah satu kejadian tak terduga dialami seorang wanita. Wanita berusia 43 tahun ini bekerja sebagai seorang sales dari perusahaan air dan filter udara. Ia kemudian mendapatkan sebuah pesan singkat melalui WhatsApp.

Pelanggan tersebut mengatakan bahwa ia tertarik dengan produk dari perusahaan tempat sales wanita itu bekerja. Kejadian itu berlangsung di Kampung Sungai Melayu, Iskandar Putri pada hari Senin (11/2/2019) lalu pukul 12 siang dikutip dari Harian Metro oleh Liputan6.com, Kamis (14/2/2019).

Pelanggan tersebut menggunakan nama wanita di akun WhatsAppnya untuk menghubungi sales tersebut. Pelanggan yang berpura-pura wanita ini pun membuat janji dengan sales tersebut untuk bertemu di Horizon Hills, tempat pelanggan tersebut kerja. Pelaku mengatakan bahwa sales akan dijemput seseorang untuk menuju ke kantornya.

Saat sales wanita itu tiba di lokasi, seorang pria yang mengaku sebagai wakil dari sang pelanggan menghampiri. Dalam perjalanan, tiba-tiba mobil berhenti mendadak di pinggir jalan Kampung Sungai Melayu dan pria tersebut memegang tangan sales wanita itu.

Sales wanita itu pun syok dan mencoba untuk kabur dari mobil. Tetapi malang, pria tersebut menodongkan pisau dan mengarahkannya ke wajah sales wanita itu. Pria itu juga mengeluarkan sebuah obeng dari belakang bangku mobil dan mengancamnya untuk tidak berteriak. Merasa sangat takut, sales wanita itu pun tak berani berteriak dan ia diperkosa oleh pria yang ternyata pelanggan yang berpura-pura jadi wanita.

Menurut penjelasan polisi, tersangka mengantar sales wanita itu ke mobilnya sekitar pukul 5 sore. Setelah bebas dari aksi pemerkosaan tersebut, sales wanita ini pun langsung berlari ke kantor polisi untuk melapor. 90 Menit kemudian, tersangka pun ditangkap.

Tersangka yang berpura-pura jadi pelanggan wanita ini ditangkap polisi di parkiran Masjid Sultan Iskandar. Tersangka merupakan pekerja pabrik berusia 33 tahun. Polisi juga menemukan dua pisau dan sebuah obeng di dalam mobilnya.

Tersangka juga tidak memiliki catatan kriminal. Saat dites, tersangka tidak dalam pengaruh narkoba ketika melakukan aksi kriminalnya.

 

Alasan Pemerintahan China Mau Membatasi Pengaruh Islam

Alasan Pemerintahan China Mau Membatasi Pengaruh Islam

Partai Komunis China memastikan bahwa mereka punya hak untuk mengendalikan semua agama yang terorganisir, juga Islam. Para kritikus beranggap itu sebab kekhawatiran bahwa organisasi keagamaan sanggup menantang kebolehan politiknya. Di jaman lalu, represi partai udah membawa dampak respons kekerasan. New York Times jalankan investigasi yang dirilis terhadap 23 September 2019, berkenaan kampanye paling baru Partai Komunis Cina mengekang kebebasan beragama, yang di awali bersama Muslim Uighur di Xinjiang.

Pemerintah China Xi Jinping mengeluarkan arahan rahasia yang memerintahkan pejabat setempat untuk menahan Islam

Tahun lalu, Pemerintah Xi Jinping mengeluarkan arahan rahasia yang memerintahkan pejabat setempat untuk menahan Islam mengganggu kehidupan sekuler dan fungsi negara. Arahan yang berjudul “Memperkuat dan Meningkatkan Pekerjaan Islam didalam Situasi Baru,” belum dipublikasikan. Arahan dikeluarkan oleh Dewan Negara, kabinet Cina, pada bulan April th. lalu dan diklasifikasikan sebagai rahasia sepanjang 20 tahun.

Arahan selanjutnya memperingatkan dampak “Arabisasi” tempat-tempat Islam

Mode dan ritual di China Dan dampak Arab Saudi, sebagai alasan untuk khawatir. Arahan ini juga melarang tulisan Arab, mengubah susunan kubah masjid yang bernuansa Timur Tengah, hingga berhenti menerbitkan sertifikasi halal. Pada tahun 1975, sepanjang Revolusi Kebudayaan Mao, Tentara Pembebasan Rakyat Cina mengepung Shadian, sebuah kota berpenduduk mayoritas Muslim Hui di Provinsi Yunnan di mana penduduk sudah memprotes penutupan masjid. Bentrokan pun terjadi, memicu intervensi militer besar-besaran yang menghancurkan kota itu dan menewaskan lebih dari 1.600 orang.

Situasinya kini hampir mirip meski tidak dalam skala besar layaknya masalah Yunnan. Pada Agustus 2018 di Weizhou, sebuah desa di Ningxia, tersedia prediksi bola protes terlihat saat pihak berwenang mengirim pekerja pembongkaran ke masjid yang baru dibangun. Setelah pertikaian yang tegang yang terjadi lebih dari satu hari, pemerintah area berjanji untuk menunda penghancuran dan meninjau lagi rencana tersebut.

Hampir setahun kemudian, petugas polisi masih memblokir jalan-jalan ke desa, menghindar orang asing masuk, terhitung diplomat dan jurnalis.

Cina mengklaim mereka mengizinkan kebebasan beragama, tapi mengedepankan bahwa negara kudu selamanya didahulukan. Pemerintah Ningxia, ditanya berkenaan pembatasan baru-baru ini pada Islam, menjelaskan bahwa Cina memiliki ketetapan berkenaan praktek keagamaan seperti negara lain.

Masjid-masjid yang melanggar hukum seperti ketetapan bangunan akan ditutup, katanya, dan sekolah-sekolah dan universitas tidak akan mengizinkan aktivitas keagamaan.