" /> Sudah Ditetapkan Sebagai Tersangka Atas Kasus Novel Baswedan

Sudah Ditetapkan Sebagai Tersangka Atas Kasus Novel Baswedan

Dua tersangka penyerangan Novel Baswedan dipindahkan dari Polda Metro Jaya ke Bareskrim Polri, Sabtu (28/12) sekitar pukul 14.26 WIB.

Dalam pantauan citvgames.org, dua orang berinisial RB dan RM keluar secara berturut dari Direktorat Kriminal Umum melewati kerumunan wartawan untuk memasuki mobil.

Dua polisi aktif berikut tak mengutarakan apapun. Hanya saja tiba-tiba tidak benar seorang di antaranya sempat menyeru bersama dengan nada tinggi.

“Tolong dicatat. Saya tidak puas Novel karena dia pengkhianat,” kata tersangka berinisial RB setengah berteriak sebelum saat memasuki mobil.

Kedua tersangka dibawa ke Bareskrim Mabes Polri bersama dengan iring-iringan lima mobil. Dalam poses pindahan tersangka berikut kelihatan Direskrimum Kombes Pol Suyudi Aryo Seto.

Sebelumnya pada Jumat (27/12) sore, kepolisian menginformasikan sudah mengamankan dua orang yang diduga menyerang Novel Baswedan pada 11 April 2017 lalu. Dua orang berinisial RM dan RB berikut merupakan bagian polisi aktif.

Setelah itu menurut Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Argo Yuwono, keduanya segera merintis sistem interogasi di Polda Metro Jaya. Jumat (27/12) pagi dua polisi itu ditetapkan sebagai tersangka dan merintis pemeriksaan intensif.

Novel sendiri berpendapat terdapat hal yang aneh didalam penangkapan tersebut.

“Saya seharusnya mengapresiasi kerja Polri, tetapi keterlaluan andaikata disebut penyerangan cuma sebagai dendam privat sendiri dan tidak perihal bersama dengan hal lain, apakah itu tidak lucu dan aneh?” ujar Novel, layaknya dikutip dari Antara.

Tim Advokasi Novel Baswedan didalam pengakuan tertulisnya menjelaskan kepolisian harus mengutarakan motif pelaku tiba-tiba menyerahkan diri, andaikata benar bukan ditangkap.

Selanjutnya, menurut Tim Advokasi, harus dipastikan bahwa yang terkait bukan orang yang ‘pasang badan’ untuk menutupi pelaku yang perannya lebih besar.

Penyiraman air keras kepada Novel Baswedan terjadi pada 11 April 2017 lalu. Novel Baswedan disiram air keras kala hendak pulang ke rumahnya usai menunaikan salat subuh di masjid dekat rumahnya, kawasan Kelapa Gading Jakarta.

Sejak saat itu, polisi melakukan penyelidikan didalam jangka saat lama. Polisi membentuk tim paduan pencari fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan yang terdiri dari sejumlah elemen dari aktivis, tokoh masyarakat, sampai bagian Polri sendiri.

TGPF menduga ada 6 kasus high profile yang ditangani Novel, diduga perihal bersama dengan penyerangan ini. Kasus-kasus berikut adalah korupsi kasus korupsi e-KTP, kasus mantan ketua Mahkamah Konstitusi Aqil Mochtar, kasus Sekjen Mahkamah Agung, kasus bupati Buol Amran Batalipu, kasus Wisma Atlet, dan kasus penanganan sarang burung walet Bengkulu.

Penyelidikan TGPF gagal mengutarakan pelaku penyerangan. Setelah itu Polri membentuk tim tekhnis yang dipimpin oleh Kabareskrim Idham Aziz yang kini sudah menjadi Kapolri.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *