Slot Online
Result HK
Nowgoal
Judi Slot Online
Judi Slot
IDN Poker
Situs Judi Online
Live Draw HK
Live Draw HK
Live Draw SGP
Live Draw Sydney
Live Draw HK

“Suport Orang Indonesia untuk Palestina Lebih Bagus dari Negara Arab” – Invasi militer Israel ke Palestina, khusunya Lajur Gaza di dalam 10 hari akhir dikritik di penjuru dunia. Demonstrasi kebersamaan untuk masyarakat Gaza diadakan di beberapa kota dalam dunia, diantaranya di Jakarta. Tidak itu saja, beberapa faksi banyak juga yang menggalang dana untuk disembahkan ke Palestina.

Ketua Komune Palestina di Indonesia, Murad Halayqa akui suka dengan suport orang Indonesia tingginya kebersamaan warga Indonesia untuk negaranya.

“Suport dari orang Indonesia, itu mengagumkan, mengagumkan. Dan saya jujur, jika diperbandingkan beberapa beberapa negara Arab, Indonesia lebih bagus, lebih tinggi,” kata Muradsaat, Rabu (19/5).

Komune Palestina di Indonesia dibuat pada 21 April 2018. Komune ini berada di bermacam negara, di mana terdapat diaspora orang Palestina.

Murad menjelaskan, banyaknya orang Palestina di Indonesia sedikit bila diperbandingkan dengan negara yang lain.

“Di sini banyaknya orang Palestina sedikit. Saat ini banyaknya orang Palestina di sini paling 200-300 di semua Indonesia. Di Eropa, di Amerika Serikat, ada beberapa ribu,” katanya.

Orang Palestina menebar ke bermacam negara awalannya sebagai pengungsi saat tanahnya diambil orang Israel. Sekarang ini, banyaknya orang Palestina di Palestina sendiri cuman sekitaran enam juta. Sementara di penjuru dunia banyaknya sekitaran tujuh juta, yang disebut turunan pengungsi Palestina yang tersingkir dari negaranya pada 1948 dan 1967.

Berkaitan aktivitas komunitasnya, Murad menjelaskan faksinya tidak turut serta dalam soal politik atau diplomasi antar pemerintahan, sebagai fungsi dan tugas kedutaan besar. Faksinya konsentrasi pada permasalahan sosial.

“Sosial atau people diplomacy, atau diplomasi rakyat . Maka diplomasi rakyat untuk memperkuat jalinan dengan rakyat Indonesia. Kami jauh dari pemerintahan, pemerintahan masih tetap kerja sama dengan pemerintahan Indoensia, tetapi yang pasti itu lewat kedutaan. Kami mendukung rutinitas-aktivitas kedutaan di sini . Maka kami secara dalam rutinitas terpisah dari kedutaan,” terangnya.

Bukan hanya suport dan kebersamaan warga Indonesia yang tinggi pada Palestina, tetapi juga loyalitas pemerintahan RI, diantaranya lewat program peningkatan kemampuan (capacity building).

Murad salah satunya masyarakat Palestina yang mendapatkan beasiswa dari pemerintahan Indonesia, tempuh pengajaran magister di UI dan pernah mengikut pusdiklat Kementerian Luar Negeri RI.

“Di Indonesia tempo hari ada program capacity building, pemerintahan Indonesia salah satunya negara yang membuat loyalitas menolong orang Palestina untuk membuat organisasinya, membuat pemerintahannya, menjadi program capacity building Indonesia untuk 1000 orang dan 1000 orang telah usai,” katanya.

Rumat sakit Indonesia di Gaza jadi salah satunya loyalitas tingginya suport warga dan pemerintahan Indonesia untuk rakyat Palestina yang hingga saat ini masih berusaha melepas diri dari penjajahan Israel.

Diteruskan ke instansi yang pas

Namun Murad akui ia menyesalkan bila pelaku yang sering manfaatkan keadaan ini untuk kumpulkan bantuan tetapi untuk keuntungan diri kita.

“Ada beberapa orang yang gunakan nama Palestina untuk kumpulkan uang, itu yang saya perhatikan. Yang digunakan nama negara saya. Yang dipasarkan kesengsaraan rakyat saya. Itu yang saya berkeberatan,” ucapnya..

Murad menjelaskan, faksinya menghargakan tiap nilai bantuan yang diberi warga, namun seharusnya diteruskan lewat instansi yang pas seperti Bulan Sabit Merah atau langsung ke pengurus rumah sakit Indonesia di Gaza. Ia memperjelas, yang diperlukan sekarang ini terutamanya oleh masyarakat Gaza ialah kontribusi klinis, bukan makanan. Sudah diketahui, jumlah korban jiwa di Gaza karena gempuran udara Israel semakin bertambah dan sekarang melebihi angka 200 orang.

“Saat ini Gaza pada kondisi kritis, yang ingin bantuan ke Red Crescent atau Bulan Sabit Merah Indonesia dan bantuan ke rumah sakit. Kami tak perlu makanan, tolong. Kami tidak lapar. Tak perlu makanan. Masalah klinis saja di Gaza. Yang ngomong orang Palestina perlu makanan, orang Palestina tak perlu makanan. Saya jujur. Masalah klinis yang ada permasalahan,” terangnya.

Komunitasnya, kata Murad, pun tidak menggalang atau terima bantuan berbentuk uang. Komunitasnya pun tidak punyai rekening. Tetapi bila ada faksi yang ingin menyumbang beberapa obat, faksinya dapat memberikan fasilitas pengangkutannya ke Palestina.

Ia menjelaskan akhir-akhir ini ia banyak menyaksikan ajakan bantuan di sosial media. Faksinya juga minta pemerintahan Indonesia mengatur ini, hingga tidak seluruhnya orang bebas menggalang kampanye atau bantuan. Terhitung minta memberikan fasilitas bantuan ini supaya sampai langsung ke rakyat Palestina.

“Saya mengharap pemerintahan mengatur ini. Bukan siapa saja (siapa) dapat buat kampanye,” katanya.

“Dan saya saksikan di Facebook itu saat ini meledak di situ . Maka saya beberapa kali sudah berbicara sama pemerintahan untuk bikin suatu hal yang pasti dari pemerintahan, pemerintahan kelak mengambil, kelak diberi (ke Palestina) dari pemerintahan ke pemerintahan. As sederhana as that.”

“Jadi tolong tidak boleh gunakan nama Palestina, pemanfaatan kesengsaraan rakyat Palestina, untuk kumpulkan uang untuk kebutuhan individu. Ini keinginan saya.”

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *