Live Draw HK Result HK Unogoal Judi Slot Online Judi Slot
IDN POKER

Wakil Bupati Bogor Mengakui Musibah Sebab Kawasan Konservasi, Musibah banjir serta longsor sering berlangsung daerah selatan Kabupaten Bogor. Seperti Pucuk sampai tepian Sukabumi. Beralihnya kawasan konservasi jadi rekreasi serta industri ditunjuk jadi pemicunya.

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan dengan tegas akan minta Dinas Pekerjaan Umum serta Pengaturan Ruangan (PUPR) serta Satpol PP untuk lakukan operasi serta penilaian pada bangunan-bangun yang berdiri di tebingan, sampai menghancurkan kestabilan tanah. “Peluang banyak pembangunan yang tidak ramah lingkungan. Musibah Sebab Kawasan Konservasi Bangunan terlarang di tempat rekreasi dalam tempat riskan longsor,” kata Iwan.

Menurut dia, banyak pebisnis mengeksploitasi alam. Sekedar hanya manfaatkan keelokannya. Tanpa ada pikirkan efek negatif yang akan diakibatkan. Yaitu menghancurkan daya serap tanah pada air saat berlangsung hujan deras. “Karena itu, harus dievaluasi oleh bagian tata ruangan dinas PUPR serta satpol PP untuk mengeceknya. Sebab bukan hanya menghancurkan lingkungan, dan juga mencelakakan wisatawan. Sebab banyak bangunan yang tidak berizin ,” tegasnya.

Tanah longsor yang berlangsung awal minggu lantas, paling kronis berlangsung di Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kepala Desa Pancawati, Iqbal Jayadi menunjuk, longsor berlangsung karena semakin bertambah bangunan di kawasan tebingan.

“Kontur tanahnya memang labil. Ditambah banyak bangunan di tebingan. Tahun ini ada tiga titik longsoran. Paling riskan kan di RW 1, RW 2 serta RW 8,” kata Iqbal. Longsor itu menyebabkan tujuh orang alami beberapa luka karena terjerat material longsor yang tutup jalan, waktu korban sedang lewat di Kampung Leuweung Larangan RT02/12.

Menurut dia, ada 15 perusahaan membangun bangunan di atas tempat basah yang selanjutnya menyebabkan musibah. “Ada resor, jika atau tempat rekreasi yang lain “Cemas berlangsung longsor susulan. Soalnya telah masuk musim hujan lagi,” tegasnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *